Memilih helm safety tidak cukup hanya dengan melihat bentuk, warna, atau harga. Helm yang digunakan pekerja harus sesuai dengan jenis aktivitas dan risiko yang terdapat di lingkungan kerja.
Kesalahan memilih perlengkapan pelindung kepala dapat menyebabkan helm tidak memberikan perlindungan sebagaimana yang diharapkan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa faktor sebelum menentukan produk yang akan digunakan.
Mengapa Pemilihan Helm Safety Penting?
Kepala merupakan salah satu bagian tubuh yang perlu mendapatkan perlindungan ketika pekerja menghadapi risiko benda jatuh, benturan, atau bahaya lain yang berkaitan dengan aktivitas pekerjaan.
Helm safety dirancang dengan karakteristik tertentu. Perbedaan material, desain cangkang, sistem suspensi, fitur retensi, ventilasi, dan aksesori dapat membuat suatu model lebih sesuai untuk kondisi tertentu dibandingkan model lainnya.
Karena itu, pemilihan helm sebaiknya dimulai dari identifikasi bahaya di tempat kerja.
1. Identifikasi Risiko di Area Kerja
Langkah pertama adalah mengetahui risiko yang mungkin terjadi.
Contohnya, area konstruksi dapat memiliki risiko benda jatuh dan benturan. Sementara itu, pekerjaan di ketinggian dapat membutuhkan perhatian lebih terhadap sistem retensi agar helm tetap berada pada posisi yang tepat.
Setiap perusahaan sebaiknya melakukan penilaian risiko sesuai aktivitas pekerjaan sebelum menentukan jenis perlindungan yang dibutuhkan.
2. Perhatikan Standar Helm Safety
Sebelum membeli helm, periksa standar keselamatan yang dicantumkan pada produk.
Untuk kebutuhan di Indonesia, perusahaan dapat mempertimbangkan produk yang memiliki kesesuaian dengan standar yang dipersyaratkan untuk penggunaan tersebut. Produk tertentu juga dapat mencantumkan standar internasional seperti ANSI atau standar lain sesuai spesifikasi produsennya.
Jangan hanya melihat tulisan standar pada materi promosi. Periksa dokumentasi dan spesifikasi resmi produk untuk memastikan informasi tersebut sesuai dengan model yang dibeli.
3. Pilih Helm Sesuai Jenis Pekerjaan
Tidak semua helm cocok untuk semua kondisi kerja.
Untuk pekerjaan konstruksi, misalnya, perusahaan dapat memilih helm proyek yang sesuai dengan risiko di lapangan. Untuk pekerjaan tertentu di ketinggian, pertimbangan terhadap sistem retensi menjadi semakin penting.
Sementara itu, pekerjaan yang membutuhkan kombinasi perlindungan kepala, wajah, dan pendengaran dapat memerlukan helm yang kompatibel dengan aksesori tertentu.
4. Periksa Sistem Suspensi atau Harness
Sistem suspensi merupakan bagian penting dari helm safety karena membantu menjaga posisi cangkang helm di kepala.
Pilih sistem suspensi yang dapat disesuaikan dengan ukuran kepala dan memberikan posisi helm yang stabil.
Perhatikan juga kondisi harness. Jika terdapat kerusakan atau bagian yang sudah tidak layak digunakan, jangan memaksakan pemakaian.
5. Pertimbangkan Chin Strap
Chin strap atau tali dagu dapat membantu mempertahankan posisi helm dalam kondisi tertentu.
Fitur ini terutama perlu diperhatikan ketika pekerja banyak bergerak atau melakukan pekerjaan yang memungkinkan helm bergeser.
Namun, penggunaan chin strap harus mengikuti spesifikasi dan petunjuk produsen. Tidak semua tali dagu dapat digunakan pada semua model helm.
6. Pilih Ukuran yang Tepat
Helm yang terlalu longgar dapat mudah bergeser, sedangkan helm yang terlalu ketat dapat membuat pekerja tidak nyaman.
Sistem pengatur ukuran membantu pengguna mendapatkan posisi yang lebih sesuai.
Sebelum membeli dalam jumlah besar, perusahaan sebaiknya melakukan pengecekan kenyamanan dan kesesuaian ukuran pada pengguna.
7. Pertimbangkan Kenyamanan untuk Pemakaian Lama
Pekerja dapat menggunakan helm selama berjam-jam. Karena itu, kenyamanan menjadi salah satu faktor yang tidak boleh diabaikan.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
- Bobot helm.
- Sistem suspensi.
- Sirkulasi udara.
- Sistem pengaturan ukuran.
- Bentuk bagian dalam helm.
- Kompatibilitas dengan perlengkapan pelindung lainnya.
Helm yang nyaman dapat membantu pekerja menggunakan perlindungan kepala secara konsisten selama bekerja.
8. Perhatikan Kompatibilitas dengan Aksesori
Pada beberapa pekerjaan, pekerja mungkin membutuhkan pelindung wajah, pelindung pendengaran, atau aksesori lain.
Jika demikian, pastikan aksesori tersebut kompatibel dengan helm yang dipilih.
Jangan memasang aksesori secara sembarangan karena modifikasi yang tidak sesuai dapat memengaruhi fungsi atau kesesuaian produk.
9. Periksa Material dan Kondisi Cangkang
Sebelum digunakan, periksa cangkang helm secara visual.
Perhatikan apakah terdapat:
- Retakan.
- Deformasi.
- Kerusakan akibat benturan.
- Perubahan kondisi material.
- Kerusakan pada bagian pendukung.
Helm yang mengalami kerusakan harus segera diperiksa dan ditangani sesuai petunjuk produsen.
10. Sesuaikan dengan Kondisi Lingkungan
Lingkungan kerja juga memengaruhi pemilihan helm.
Pertimbangkan apakah pekerjaan dilakukan di area panas, luar ruangan, area dengan risiko tertentu, atau lingkungan yang membutuhkan kombinasi perlindungan.
Fitur seperti ventilasi atau non-ventilasi tidak boleh dipilih hanya berdasarkan kenyamanan. Pertimbangkan terlebih dahulu kondisi dan risiko tempat kerja serta rekomendasi produsen.
11. Pilih Produk dari Distributor yang Terpercaya
Selain spesifikasi produk, sumber pembelian juga penting.
Perusahaan sebaiknya memilih distributor alat safety yang dapat memberikan informasi produk, spesifikasi, pilihan merek, serta dukungan untuk kebutuhan perusahaan.
Hal ini menjadi semakin penting ketika pembelian dilakukan dalam jumlah besar untuk kebutuhan proyek atau operasional perusahaan.
Checklist Sebelum Membeli Helm Safety
Sebelum melakukan pembelian, gunakan checklist sederhana berikut:
- Risiko pekerjaan sudah diidentifikasi.
- Jenis helm sesuai dengan aktivitas.
- Standar dan spesifikasi sudah diperiksa.
- Ukuran sesuai dengan pengguna.
- Sistem suspensi dapat disesuaikan.
- Chin strap tersedia jika diperlukan.
- Aksesori kompatibel dengan helm.
- Material dan konstruksi sesuai kebutuhan.
- Petunjuk penggunaan tersedia.
- Produk berasal dari sumber yang terpercaya.
Jika sebagian besar kebutuhan tersebut sudah terpenuhi, proses pemilihan helm akan menjadi lebih terarah.
Cara Merawat Helm Setelah Dibeli
Pemilihan helm yang tepat harus diikuti dengan penggunaan dan perawatan yang benar.
Bersihkan helm secara berkala sesuai petunjuk produsen. Hindari penggunaan bahan pembersih yang dapat merusak material.
Simpan helm di tempat yang sesuai dan hindari paparan panas atau sinar matahari langsung secara berlebihan ketika helm tidak digunakan.
Periksa cangkang dan sistem suspensi secara rutin. Jika ditemukan kerusakan, hentikan penggunaan dan ikuti prosedur pemeriksaan atau penggantian dari produsen.
Temukan Helm Safety Sesuai Kebutuhan
Setiap pekerjaan memiliki karakteristik risiko yang berbeda. Karena itu, tidak ada satu jenis helm yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua kondisi.
Jika Anda membutuhkan helm safety dan perlengkapan pelindung kepala, PT. Dunia Saftindo menyediakan berbagai pilihan Head Protection untuk kebutuhan industri, konstruksi, proyek, dan lingkungan kerja lainnya.
Untuk kebutuhan alat safety dan perlengkapan K3 lainnya, Anda juga dapat melihat berbagai pilihan produk keselamatan kerja yang tersedia di PT. Dunia Saftindo.
Pastikan produk yang dipilih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, standar yang berlaku, dan petunjuk penggunaan dari produsen.
Kesimpulan
Cara memilih helm safety yang tepat dimulai dari memahami risiko pekerjaan. Setelah itu, perhatikan standar, jenis helm, sistem suspensi, ukuran, kenyamanan, fitur retensi, kompatibilitas aksesori, kondisi lingkungan, serta petunjuk produsen.
Dengan proses pemilihan yang tepat, perusahaan dapat menyediakan perlindungan kepala yang lebih sesuai dengan kebutuhan pekerja dan kondisi lapangan.


